Jangan Biar Gajet Jadi Orang Ketiga. Suami Isteri Boleh Gaduh, Anak-Anak Terabai

Terlepas dari usianya, banyak pasangan menjadikan gadget sebagai orang ketiga dalam rumah tangga terlepas dari perasaan pasangan dan anak. Ada sebagian orang yang begitu setia dengan smartphone hingga menggenggam ponselnya di mana-mana, bahkan ingin makan dan tidur tetap menempel di tangan. Tuhan .. Sedih!

Dulu sebelum tidur pasti ada komunikasi, bahas itu, cerita ini tapi sekarang sangat sulit untuk dipraktekkan. Masing-masing sibuk dengan urusannya masing-masing karena asyiknya ‘membelai’ smartphone, laptop atau tablet dari melayani pasangan.

Satu kata ditanyakan, satu kata dijawab dan ada kalanya tidak ada jawaban sama sekali. Sesaat tersenyum, sesaat asam, seolah-olah gadget itu lebih mengerti daripada pasangan tetangga. Buruk bukan?

Bahkan ada kasus perselingkuhan suami-istri yang disebabkan oleh GADGET!

Inilah pawang gadget jika dipraktekkan dari sisi negatif sedangkan jika digunakan dengan benar banyak manfaatnya. Jika demikian, ada baiknya memperbaikinya dengan cara demikian sebelum keadaan rumah tangga menjadi lebih keruh….

# 1 Pulang ke rumah, peluk istri dan anakmu dulu
Pulanglah, peluk pasangan dan anakmu dulu. Jangan biarkan gadget mendominasi rumah tangga Anda. Tetapkan batas waktu untuk menggunakan gadget di rumah. Bukan tidak mungkin sama sekali, tetapi berikan waktu bagi Anda untuk saling berkomunikasi dan melakukan aktivitas lain.

# 2 Buat area terbatas gadget
Ini harusnya karena terkadang ada orang tua yang sibuk bermain telepon di meja makan, bahkan menyiapkan Ipad dan tab untuk anaknya. Jadi silahkan buat area terbatas gadget di rumah seperti di kamar tidur atau saat makan.

# 3 Pasangan harus merencanakan aktivitas
Terkadang banyak orang mengeja telepon karena bosan dan tidak tahu harus berbuat apa. Lantas, bagaimana menurut Anda dan merencanakan aktivitas yang menarik sebelum pasangan membuka ponsel. Mungkin Anda bisa melakukan kegiatan membaca bersama, menggambar atau menonton film bersama. Contoh sederhana: “Saudaraku, malam ini kami membaca buku bersama anak-anak.” Silahkan berubah menjadi pengguna gadget pintar. Jangan terlalu terobsesi dengan menyisihkan pasangan dan anak-anak Anda.

# 4 Buat jadwal
Aneh juga kalau tidak langsung buka ponsel, kadang ada urusan. Jadi buatlah jadwal. Mungkin 7-8 adalah waktu YANG DILARANG dan setelah itu semua orang dapat menyentuh telepon. Siapa tahu seseorang ingin membalas pesan penting, bisnis, atau menggali berita terbaru di media sosial.

# 5 Menanam dalam hati, pasangan dan anak ‘pertama’
Tanamkan dalam hati bahwa pasangan dan anak adalah prioritas. Yang lainnya ditempatkan di urutan kedua, ketiga dan seterusnya.

# 6 Selesaikan pekerjaan di kantor
Usahakan untuk tidak membawa pekerjaan kantor di rumah seperti mengupdate email, berselancar di internet untuk mendapatkan informasi dan lain sebagainya. Nikmati momen manis saat berada di rumah.

Baik suami atau istri, semoga kita bisa menjadi pasangan terbaik untuk dia dan anak-anaknya. Untuk menyelamatkan anak dari masalah bermain gadget, orang tua harus menyelamatkan diri dari ‘menekan ponsel’ di depan anak!

Sumber:

facebook LIKE UTK TERIMA UPDATE TERKINI & KLIK [X] UTK TUTUP--> Button Close

Like kami di facebook untuk menerima update terkini terus ke wall facebook anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.